Menjaga Cerita, Menghidupkan Inspirasi

Palanta Lendo Novo

Ruang GLAM, Gallery Library Archive Museum, yang menjaga koleksi dan cerita Bapak Lendo Novo, konseptor sekolah alam.

Ruang Palanta Lendo Novo
Filosofi Palanta

Ruang Dialog yang Menghidupkan Ingatan

Palanta, dalam budaya Minangkabau, merujuk pada serambi atau ruang depan rumah gadang, sebuah tempat yang menjadi pusat interaksi sosial. Di palanta inilah para tamu disambut, keluarga berkumpul, dan perbincangan penting digelar. Ia bukan sekadar area fisik, tetapi simbol keterbukaan, musyawarah, dan kebijaksanaan bersama.

Dalam konteks ini, makna Palanta tersebut dihidupkan kembali sebagai ruang dialog yang hangat, tempat gagasan dipertemukan dan pengalaman ditukar. Palanta menjadi metafora bagi ruang belajar kolektif, di mana pengetahuan tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dipertanyakan, didiskusikan, dan dikembangkan bersama.

Melalui semangat "Palanta", Palanta Lendo Novo ini menghadirkan pengalaman yang mengajak pengunjung untuk menyapa, mendengar, dan menginspirasi satu sama lain, seperti tradisi Minang yang memuliakan pertemuan dan percakapan sebagai jalan pendidikan sekolah alam dalam membangun peradaban.

Interior ruang Palanta Lendo Novo
Konsep Ruang Palanta Lendo Novo

"Mutadakhilah"

Ruang Palanta Lendo Novo mengambil konsep "Mutadakhilah". "Mutadakhilah" berasal dari bahasa Arab yang berarti "silakan" atau "silahkan". Kata ini sering digunakan dalam konteks keagamaan atau formal untuk menunjukkan kesopanan dan kerendahan hati.

Mutadakhilah dalam konsep ini berarti jalinan ingatan dan ruang yang direpresentasikan oleh rotan.

Eksplorasi tentang bagaimana ingatan, waktu, dan identitas individu saling tumpang tindih (mutadakhilah) dan membentuk ruang kolektif.

Arif Rivai Rumin Arif Rivai RuminAlumni FSRD ITB 2005

Mutadakhilah
Jalinan (rotan) Ingatan dan Ruang oleh Arif Rifai (Alumni FSRD ITB '86)

Esensi Konsep
Eksplorasi tentang bagaimana ingatan, waktu, dan identitas individu saling tumpang tindih (mutadakhilah) dan membentuk ruang kolektif. Material rotan digunakan sebagai metafora visual untuk jaringan tak terlihat yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Material Utama
Rotan Alami: Dipilih karena sifatnya yang lentur, kuat, dan memiliki warisan budaya yang mendalam dalam seni anyam Indonesia. Rotan melambangkan keterhubungan, pertumbuhan organik, dan ketahanan.
Pencahayaan: Digunakan untuk menonjolkan tekstur dan menciptakan ilusi kedalaman atau aliran energi.

Bentuk dan Struktur

Tiga elemen utama yang saling tumpang tindih dan menembus satu sama lain

The Wall of Memory

The Wall of Memory

Bentuk: Sebuah panel atau dinding rotan padat yang dianyam rapat, menyerupai lembaran alur dinamis.

Teknik: Anyaman modern yang sangat detail.

The Passage of Time

The Passage of Time

Bentuk: Rangkaian spiral, lengkungan, atau terowongan rotan yang tidak beraturan dan menembus Dinding Ingatan.

Implementasi: Rotan dibentuk melengkung dan dibiarkan berongga, menciptakan sebuah jalinan ruang yang dapat dimasuki atau dilihat oleh audiens. Bentuk ini melambangkan aliran waktu yang dinamis dan bagaimana individu bergerak melalui ingatannya.

Teknik: Pembengkokan rotan dengan pemanasan dan pengikatan (coiling/binding).

The Core

The Core

Bentuk: Sebuah bola, pusaran, atau simpul rotan yang padat, diletakkan tepat di titik di mana Dinding Ingatan dan Lorong Waktu bertemu atau paling padat.

Implementasi: Area ini adalah titik di mana jalinan rotan dari kedua elemen lain bertemu, saling mengunci, dan mencapai kepadatan tertinggi. Ini melambangkan identitas atau kesadaran diri di masa kini, sebagai hasil dari semua ingatan dan pengalaman masa lalu.

Teknik: Pengepangan dan pengikatan rotan yang sangat intensif untuk mencapai massa tiga dimensi.

Koleksi Pribadi Sang Konseptor

Saksi Perjuangan Membangun Peradaban

Beberapa koleksi barang pribadi peninggalan Sang Konseptor Sekolah Alam. Saksi perjuangan beliau membangun peradaban Rahmatan Lil Alamin.

Kita tidak sekadar membangun sekolah. Kita sedang membangun peradaban.

Lendo Novo Lendo NovoKonseptor Sekolah Alam
GLAM Sekolah Alam

GLAM Sekolah Alam merupakan ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan Gallery, Library, Archive, dan Museum untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kaya, kontekstual, dan berakar pada alam. Sebagai sekolah alam pertama di Indonesia yang mengimplementasikan GLAM, Lendo Novo Foundation menginisiasi dalam membangun ruang kolaboratif di mana seni, sains, budaya, dan pengetahuan tersimpan, dihidupkan, dan dibagikan kembali kepada komunitas. GLAM hadir untuk merawat memori, mendukung kreativitas, serta membuka akses literasi yang inklusif bagi seluruh siswa dan masyarakat.

Lendo Novo Foundation

Hak cipta Lendo Novo Foundation, 2025.